Kilas balik untuk menjadi Mahasiswa

    Saat itu saya lulusan tahun 2010, menjalani masa SMA yang menyenangkan, aktif dalam organisasi, mempunyai cukup banyak teman, mempunyai pacar satu sekolah romansa kisah cinta anak remaja yang menyenangkan cukup bikin galau dan membentuk pola pikir yang mendewasakan sampai akhirnya lulus dan ya seperti layaknya masa-masa SMA melanjutkan sekolah ke jenjang lebih tinggi masuk ke Universitas pilihan dan terbaik salah satu keinginan masa - masa remajaku hahaha

    lulus tahun 2010, dan mendaftar masuk perguruan tinggi awalnya saya jalani sesuai dengan proses pendaftaran pada umumnya mendaftar jalur SBMPTN memilih pilihan jurusan tanpa pertimbangan, ikut les, tes SBMPTN dan hasilnya TIDAK LULUS di tahun pertama. bagi saya itu mimpi buruk yang membuat ibu saya cukup kecewa, yah masih terekam dalam ingatan bagaimana marahnya ibu dan bapak saya dan saya sendiri menangis huhuhu. tapi tidak berselang lama setelah itu ternyata saya mempunyai ibu yang luar biasa, tidak berputus asa ibu mensupport saya untuk selalu belajar, sampai akhirnya saya mendaftar di salah satu bimbingan belajar untuk fokus persiapan ujian SBMPTN ditahun berikutnya, dengan biaya yang cukup mahal pada saat itu ibu saya berpesan untuk bersungguh-sungguh dalam belajar ibu dan bapak hanya seorang pegawai negeri dengan gaji yang cukup membiayai anak-anak yang sekolahnya juga beruntun, yah cukup berat saat itu tapi ibu selalu berusaha yang terbaik untuk pendidikan anak-anaknya dan berpesan "yang menentukan nasibmu kamu sendiri dan kamu harus berjuang dengan sungguh-sungguh" cukup menjadi mindset di otak saya untuk fokus menjalani apa yang menjadi tujuan hidup saya saat itu yaitu masuk fakultas kedokteran, yah kedokteran hahaha saat itu seorang ibu ingin anaknya menjadi seorang dokter dan saya cukup percaya diri untuk tekun belajar.

    Cukup lama sekitar 6 bulan saya intensif mengikuti les dan asrama akhirnya saya dibimbing dalam pemilihan jurusan masuk ke perguruan tinggi, pilihan pertama saya masih sama yaitu jurusan kedokteran dan kedua teknik arsitektur, saya memilih arsitektur saat itu karena minat saya menggambar denah dan senang melihat rumah bergaya modern dengan desain interior yang rapi dan bagus menjadi mimpi saya untuk bisa mendesain bangunan seperti itu nantinya hahaha, di tahun 2011 saya mendaftar di salah satu universitas terbaik di Makassar. dan Alhamdulillah saya akhirnya LULUS tapi jatuh dipilihan kedua yaitu Teknik Arsitektur, lagi-lagi saya mempunyai ibu yang hebat, ibu cukup bangga dan bersyukur anaknya bisa melanjutkan pendidikan bersekolah masuk ke perguruan tinggi dan terus mensupport apa yang sudah menjadi pilihan saya.

   



Komentar

Postingan Populer